Media Bebas
Seputar Informasi Terkini

- Advertisement -

Pengertian Sosiologi Karl Marx

0

Pengertian Sosiologi Karl Marx – Jika dirangkum dalam Pengertian Sosiologi Menurut Karl Marx, Sosiologi adalah gabungan antara dua kata yakni berasal dari bahasa Yunani dan Latin. Socius sendiri adalah bahasa latin yang berarti kawan sementara Logos adalah bahasa Yunani dimana artinya adalah ilmu pengetahuan. Dalam unsur ilmu pengetahuan murni, sosiologi sendiri ada 4 unsur sifat yang perlu kita mengerti :

Pengertian Sosiologi bersifat Empiris

Dalam pengertiannya ilmu sosiologi empiris adalah ilmu yang didasari dari observasi pada kenyataan yang menggunakan akal sehat dan indra, jadi hasilnya tidaklah bersifat spekulatif. Contoh yang bisa ambil adalah dengan mempelajari fenomena yang sudah terjadi di kehidupan sosial kita. Berikut beberapa contoh yang bisa kita pelajari :

  • Fenomena kemacetan di Jakarta, adalah salah satu contoh ilmu sosiologi empiris dimana kejadiannya memang sudah benar terjadi. Kemacetan yang timbul sendiri dikarenakan oleh masyarakat Jakarta yang sudah tidak percaya dengan transportasi publik yang dijanjikan oleh pemerintah daerah. Analisa ini benar-benar telah diambil dari realita obyektif bukan spekulasi pemikiran semata.

Pengertian Sosiologi bersifat Teoritis

- Advertisement -

Ilmu pengetahuan sosiologi bersifat teoritis yang ditarik dari hasil pengamatan secara empiris. Disini seorang sosiolog akan menarik kesimpulan sebab akibat atas apa yang telah terjadi di kehidupan sosial kita. Kesimpulan abstrak ini tentu bisa membantu untuk memberikan wawasan baru serta memberikan solusi atas kasus yang terjadi di kehidupan sosial kita. Sebagai contoh sebagai berikut :

  • Atas fenomena kemacetan yang sudah terjadi di Jakarta saat ini maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat butuhkan adalah bukti penyiapan armada transportasi publik yang akses nya bisa menyentuh ke setiap penjuru kota Jakarta. Sehingga masyarakat ibukota Jakarta tidak lagi ragu dan tidak percaya terhadap performa transportasi publik. Tentu saja dengan harga murah, transportasi nyaman, akses luas, serta keamanan terjamin akan membuat mereka berpikir 2 kali untuk naik kendaraan pribadi.

Pengertian Sosiologi bersifat Kumulatif

Dengan adanya teori-teori sosiologi yang muncul dari kejadian sehari-hari dalam kehidupan kita, maka teori sosiologi tersebut akan diperbaiki kembali, dikembangkan dan direlasi kan untuk kemudian dikemukakan pernyataan baru untuk bisa tetap relateable seiring dengan berkembangnya zaman. Sebagai contoh dapat kita artikan seperti demikian :

  • Kemacetan yang dalam kesimpulan sebelumnya menyatakan bahwa pelakunya adalah masyarakat yang sudah tidak percaya dengan janji pemerintah atas kendaraan publiknya. Maka dikembangkan kembali dan ditemukan bahwa adanya kasus beberapa tipe individu yang memang memiliki daya beli untuk membeli mobil pribadi dan akhirnya mereka lebih memiliki kendaraan pribadi karena memiliki status yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan transportasi publik.

Pengertian Sosiologi bersifat Non Etis

Sosiologi yang membahas sebuah permasalahan tanpa ada pemikiran untuk mempersoalkan nilai dari masalah itu sendiri. Baik atau buruknya masalah yang terjadi dalam kehidupan sosial ini bukanlah menjadi topik utama. Jika dalam hal ini Sosiologi Non Etis menjelaskan sesuatu dengan logis, lebih detail agar mudah dipahami.

Dalam pembentukan sebuah pernyataan dari Sosiologi bersifat Non Etis ini adalah menyatakan sebuah permasalahan seperti “Kemacetan di Ibukota Jakarta” bukan sebagai hal yang buruk, namun juga bukan sebuah hal yang baik. Pernyataan dalam permasalahan ini dinyatakan dengan mengambil “jalan tengahnya” tanpa ada niat menjustifikasi siapa pelaku atas dalang kemacetan Ibukota di Jakarta.

Pengertian Sosiologi Menurut Karl Marx

Karl Marx yang lahir Jerman merupakan keturunan Yahudi, beliau lahir pada tahun 1818 dan kemudian meninggal pada tahun 1883. Sebagai penganut aliran Marxisme, Karl Marx berpendapat bahwa seorang manusia tidak berarti apa-apa untuk bisa memajukan sebuah Negara. Perkembangan masyarakat itu didasari dari pemikiran yang sama dan dorongan dari sejarah-lah yang akan membuat Negara itu berkembang lebih cepat atau tidak. Karl Marx sendiri menyatakan kehidupan individu dari masyarakat akan kembali kepada asas ekonomi yakni religi, pendidikan, dan ilmu pengetahuan.

Jika kita sudah mengerti ilmu sosiologi bisa diterapkan dengan baik dalam hal menata sebuah aturan dalam Negara berdaulat. Karena dengan ilmu sosiologi ini kita dapat belajar serta mengerti bagaimana menyikapi persoalan yang muncul di permukaan. Terus belajar dan terus menggali masalah yang muncul di masyarakat agar kita bisa memberikan solusi terbaik. Jika dalam ilmu pendidikan ilmu sosiologi ini tidak kita terapkan betapa ruginya ilmu tersebut tanpa adanya orang lain yang merasakan manfaatnya.

Jika kita belajar dari topik diatas yang membahas tentang kemacetan di Ibukota Jakarta maka kita akan temukan bahwa dengan penarikan kesimpulan yang ada, kita bisa mengetahui jika macet itu bukan masalah yang kecil. Sekedar masalah macet saja kita harus berurusan dengan berbagai pihak untuk mengurus izin dan lain. Dengan mengerti masalah tersebut, maka secara rinci kita bisa tahu langkah-langkah apa saya yang harus dilakukan untuk menata kembali masalah kemacetan ini agar tidak menjadi sebuah masalah utama di Ibukota Jakarta.

Tidak hanya masalah kemacetan di Ibukota Jakarta melainkan juga untuk berbagai masalah lainnya kita bisa pelajari seperti contoh banjir. Banjir yang sering melanda daerah Ibukota ini juga bisa dicari solusinya dengan ilmu sosiologi. Dengan mempelajari kebiasaan yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat Ibukota, secara empiris kita bisa mengambil beberapa contoh kasus kebiasaan warga Ibukota membuang sampah sembarangan hingga akhirnya menjadi kasus banjir di beberapa sector daerah yang ada di Ibukota.

Belajar dari kebiasaan yang salah atas pembuangan sampah sembarangan itulah akhirnya bisa membuat kita mengambil sisi teoritis dengan mempelajari sebab akibat dari suatu tindakan. Kita akan mengerti siapa pihak yang harus dirubah untuk bisa mendapatkan kondisi sosial yang berbeda. Tentu saja dengan adanya banjir ini semua perangkat yang ada dalam masyarakat harus disadarkan bahwa membuang sampah sembarangan akan memberikan dampak negatif dan berujung kepada banjir dimana-mana. Atas teori sebab akibat inilah kita akan bisa mengeluarkan solusi terbaik dalam hal mengatasi masalah banjir di daerah Ibukota Jakarta.

Perlu dipahami bahwa pada zaman dahulu para ahli dan tokoh dalam ilmu dunia sosiologi mendefinisikan secara rinci dan jelas serta tertulis. Pada turunan ilmu sosiologi zaman sekarang banyak sekali definisi turunan yang dikembangkan melenceng jauh dari definisi utamanya. Dalam mempelajari sesuatu yang perlu kita lakukan adalah keseriusan dalam memahami suatu materi dan mengerti setiap aspek apa yang akan kita pelajari.

Jangan pernah menjadi seseorang yang membagikan ilmu tanpa mengerti dasar ilmunya. Karena apa yang kita sampaikan atau kita share mengandung konten edukasi yang semestinya bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan manfaatnya. Semoga dengan adanya sharing ilmu seputar sosiologi ini bisa membantu para saudara kita yang sedang membutuhkan referensi ilmu pengetahuan baru agar kedepannya dapat dikembangkan dan diterapkan dengan baik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.