Media Bebas
Seputar Informasi Terkini

Pengertian Filsafat, Ibu dari Segala ilmu Pengetahuan

0

Pengertian Filsafat – Filsafat adalah sebuah disiplin ilmu yang membahas tentang segala aspek ilmu pengetahuan dengan menggunakan logika, metode dan sistem untuk mengkaji masalah umum tentang pengetahuan seperti; cakrawala pengetahuan, akal, pikiran, eksistensi dan bahasa.

Dikupas dalam opini lain, itulah arti filosofi dari suatu diskusi yang hidup ( filosofia ) untuk memberikan gambaran tentang seluruh pengalaman tentang evolusi dan pengalaman ilmiah. dengan kata lain, filsafat bukan merupakan eksperimen atau percobaan, tetapi mengemukakan masalah yang pasti, mencari solusi akan masalah tersebut juga menyediakan argumentasi yang pasti solusi atas tersebut.

Secara Etimologi, istilah ‘filsifat’ berasal dari Yunani Kuno yaitu filsafat dan philoshophios . Philo memiliki arti cinta, sedangkan shopia atau shopos memiliki arti kebijaksannan, pengetahuan dan hikmah. Terkait dalam hal ini, pemahaman filsafat adalah persetujuan penuh yang didukung dengan pengetahuan, pengetahuan, dan hikmah.

Orangutan yang mempraktikkan ilmu filsafat disebut dengan Filsuf. Adapun dalam KBBI dapat diberikan Filsuf adalah ahli filsafat atau ahli fikir. bertanjak pada keberagamannya, pemikiran ini lahirlah sebuah pondasi dasar bagaikan ibu dari semua ilmu yang dikenal dengan nama Filsafat.

Beberapa Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

- Advertisement -

1.Aristoteles (Filsuf dari Yunani)
Menurut Aristoteles, pengertian Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang memuat kebenaran yang berisi ilmu metafisika, retorika, logika, etika, ekonomi, politik dan estetika (keindahan keindahan).

2.Cicero (Filsuf dari Romawi)
Menurut Cicero, filsafat adalah ‘ibu’ dari semua seni (ibu dari semua seni) dan merupakan seni kehidupan.

3. Plato (Filsuf dari Yunani)
Menurut Plato, makna filsafat adalah sutau ilmu yang berusaha untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang sebenarnya.

4. Immanuel Kant (Filsuf dari Jerman)
Menurut Imanuel Kant, pemahaman filsafat adalah ilmu (pangkalan) yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang terkandung di dalamnya tercakup oleh empat pengertian metafisika, etika agama, dan antropologi.

5.Johann Gotlich Fickte (filsuf dari Jerman)
Menurut Johann Gotlich Fickte, pengertian filsafat adalah dasar dari segala ilmu yang membahas seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu untuk mencari kebenaran dari semua hasil penelitian.

Ciri Ciri Filsafat

Seorang ahli logika bernama Clarence I. Lewis mengatakan bawah filsafat adalah suatu proses refleksi dari bekerjanya akal yang di dalam prosesnya terkandung berbagai kegiatan.

1.Bersifat Universal

Universal (umum) dan tidak disetujui dengan objek-objek khusus. Misalnya berpikir tentang manusia, keadilan, kebebasan, dan berbaring lain.

2. Tidak Faktual

Dalam hal ini, tidak faktual adalah sesuatu yang masuk akal tentang sesuatu, namun tanpa bukti karena telah melampaui batas dari fakta-fakta ilmiah.

3. Berhubungan dengan Nilai

Menurut CJ Ducasse, pengetahuan filsafat mencari manusia untuk mencari pengetahuan, membentuk fakta-fakta yang disebut dengan argumen. Dalam hal ini penilaia yang meminta sesuatu yang baik dan buruk, susila dan asusila, dimana akhirnya filsafat menjadi usaha untuk mempertahankan nilai nilai.

4. Berhubungan dengan Arti

Berkaitan pada 3 poin sebelumnya, sesuatu yang memiliki nilai berarti memiliki arti. Agar para filsuf membuat berbagai kalimat yang logis dan bahasa yang tepat (ilmiah), agar ide-ide nya sarat dengan makna.

5. Implikatif

Karena itu, diharapkan akan dapat menghasilkan pemikiran baru yang dinamis dan menyuburkan intelektual.

Filsafat, Ibu dari segala ilmu Pengetahuan

Ditinjau dari segi historis, ilmu ini dapat dipahami sebagai induk dari anak-anak ilmu pengetahuan. Dikisahkan pula karena ilmu pengetahuan hari ini yang kita dapatkan seperti Matematika, Fisika, Astronomi, dan lain-lain, masih tergabung dalam ilmu yang sama yaitu Filsafat. Lambat laun pula media sains filsafat kurang bisa menjelaskan kejadian dan misteri di dunia dapat terungkap, tanpa kajian kajian prosedur ilmiah yang membuktikan sains pengetahuan berkembang sampai hari ini.

Meskipun begitu, tak lepas dari ilmu pengetahuan yang bisa kita pakai, dapat dikaji dengan kritis, dapat membuktikan dengan pemahaman konsep dasar dan memeriksa asumsi dari ilmu untuk memperoleh objektivitas dan validitasnya. Dengan ini, dapat juga kita sepakati bersama ilmu Filsafat sampai akhirnya dibuat sebagai tuan dari segala ilmu pengetahuan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.